Kontributor

Kamis, 20 Oktober 2011

prosesi royal wedding ala kraton yogyakarta



Masih jelas dalam ingatan dunia bagaimana hebohnya Royal Wedding Pangeran William dan Kate Middleton yang dihelat akhir April lalu di Westminster Abbey London. Exposure media internasional juga mengiringi kebahagian kedua pasangan tersebut.


Tidak jauh berbeda dengan pernikahan dimaksud, Indonesia pun memiliki versinya sendiri, tepatnya di pulau Jawa yakni Royal Wedding versi Kraton Ngayogyakarta. Tidak kalah meriah dan mewah, prosesi pernikahan pun diwarnai dengan upacara adat serta tradisi khas Kesultanan Yogyakarta.
Pada dasarnya prosesi pernikahan khas Kraton Ngayogyakarta tidak jauh berbeda dengan pernikahan pada umumnya yang menggunakan adat Jawa. Namun tentunya prosesi dan rangkaiannya pun akan lebih panjang demi meneruskan tradisi dan melestarikan adat istiadat keraton.


Rangkaian acara “royal wedding” putri bungsu Sultan Hamengkubuwono X, Raden Ajeng (GRAj) Nurastuti Wijareni dengan Achmad Ubaidillah berlangsung selama empat hari, mulai 16-19 Oktober 2011. Pihak Keraton Yogyakarta telah membocorkan rangkaian acara pernikahan mereka.
Rangkaian dimulai dengan Berikut ini susunan acara yang sudah dibuat oleh panitia pernikahan Ubai-Reni dan disetujui Gusti Bendoro Pangeran Haryo (GBPH) Prabukusumo (adik Sultan HB X) sebagai panitia media center pernikahan tersebut.
Hari pertama (16/10)
Pukul 09.00 WIB, calon pengantin pria (Achmad Ubaidillah yang bergelar Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Yudhanegara) sudah berada di Ndalem Mangkubumen Keraton bersama keluarga yang didampingi KRT Pujaningrat.
Waktu yang sama untuk calon pengantin putri (Gusti Raden Ajeng (GRAj) Nurastuti Wijareni atau Jeng Reni yang berganti gelar Gusti Kanjeng Ratu Bendoro) mengadakan upacara Pelangkahan dan Ngabekten di Keraton Kilen, tempat tinggal Sultan HB X bersama keluarga.
Pukul 10.00 WIB, Kerabat Keraton KRT Jatiningrat atau Romo Tirun Marwito dan KRT Yudahadiningrat berangkat menjemput calon pengantin pria di Ndalem Mangkubumen untuk nyantri di keraton dengan menaiki kereta.
Waktu yang sama untuk calon pengantin putri, GKR Pembayun (Putri Sulung Sultan HB X) mengutus Bray Suryahadiningrat dan Bray Suryamentaram menjemputnya di Keraton Kilen.
Pukul 11.00 WIB, calon pengantin pria tiba di Regol Magangan lalu menuju Bangsal Kasatriyan dan beristirahat di Gedhong Srikaton. Sementara bagi calon pengantin putri, waktu yang sama tiba di Bangsal Sekar Kedaton dan beristirahat di emper Bangsal Gedhong Prabayeksa. Sekira pukul 20.00 WIB, diadakan Mujahadah di Masjid Panepen, lokasi ijab kabul kedua mempelai.
Hari kedua (17/10)
Pukul 09.00 WIB, siraman calon pengantin putri di Bangsal Sekar Kedaton. Sementara calon pengantin pria mengadakan siraman di Gedong Pompa (kesatriyan) sekira pukul 11.00 WIB.
Sekira pukul 18.00 WIB, upacara tantingan Sri Sultan HB X terhadap putri bungsunya di Emper Prabayeksa. Selanjutnya, sekira pukul 19.30 WIB, dilakukan prosesi midodareni di Bangsal Sekar Kedaton. Sekira pukul 21.00 WIB, Sultan HB X beserta GKR Hemas (Ratu) dan rombongan menuju Bangsal Kasatriyan untuk meninjau semua persiapan calon pengantin pria.
Hari ketiga (18/10)
Ini merupakan puncak acara. Dimulai pukul 06.00 WIB, calon pengantin pria beserta rombongan menuju Bangsal Srimanganti untuk menunggu waktu akad nikah. Pukul 06.30 WIB, Sultan HB X menuju Masjid Panepen. Pukul 06.45 WIB, rombongan calon pengantin pria menuju Masjid Panepen. Pukul 07.00 WIB, prosesi ijab kabul dilakukan di masjid tersebut.
Pukul 08.00 WIB atau usai ijab kabul, pengantin pria dan rombongan kembali ke Bangsal Kesatriyan. Pukul 10.00 WIB, rangkaian upacara Panggih (para tamu undangan sudah hadir). Pengantin pria dari Bangsal Kasatriyan menuju Bangsal Kencono. Begitu juga dengan pengantin putri dari Sekar Kedaton menuju Bangsal Kencono untuk menyambut tamu undangan. Sekira pukul 13.00 WIB, rangkaian upacara Panggih selesai.
Pukul 13.30 WIB, kedua mempelai menuju Bangsal Purworukmi (Kasatriyan) untuk melakukan upacara Tampa Kaya dilanjutkan upacara Dahar Klimah di Gadri Bangsal Kasatriyan. Selanjutnya, rangkaian kirab dan resepsi.
Pukul, 15.30 WIB, kedua mempelai bersama rombongan berangkat dari Bangsal Kasatriyan menuju Regol Keben untuk persiapan menaiki kereta kuda menuju Bangsal Kepatihan (Gedung Gubernur DIY). Prajurit keraton mengiringi Kereta Temanten maupun kereta lainnya.
Pukul 18.00 WIB, Sultan HB X bersama Ratu GKR Hemas dan rombongan menuju Kepatihan menggunakan mobil yang diperkirakan tiba pukul 18.30 WIB. Pukul 19.00 WIB, upacara selamat dari tamu undangan dimulai. Acara resepsi direncanakan selesai sekira pukul 22.00 WIB.
Hari keempat (19/10)
Hari keempat merupakan hari berpamitan bagi pasangan pengantin yang telah sah menjadi suami-istri kepada Sultan di Gedhong Jene sekira pukul 09.00 WIB. Setelahnya, pengantin baru ini bersiap kembali menuju Jakarta

Senin, 17 Oktober 2011

Coba kirim ini ke pacar anda


6666666666666666666666 6666666666666666 6666666666666666 6666666666666666 6666666666666666 6666666666666666
6996669966666666699999 9966996666669966 9999999669966666 6996699999999669 9666699666666666 6666666666666666
6996669966666666699999 9966996666669966 9999999666996666 9966699999999669 9666699666666666 6666666666666666
6996669966666666699666 9966996666669966 9966666666699669 9666699666699669 9666699666666666 6666666666666666
6996669966666666699666 9966996666669966 9999666666669999 6666699666699669 9666699666666666 6666666666666666
6996669966666666699666 9966699666699666 9966666666666996 6666699666699669 9666699666666666 6666666666666666
6996669966666666699666 9966669966996666 9966666666666996 6666699666699669 9666699666666666 6666666666666666
6996669999999996699999 9966666999966666 9999999666666996 6666699999999669 9666699666666666 6666666666666666
6996669999999996699999 9966666699666666 9999999666666996 6666699999999669 9999999666666666 6666666666666666
6666666666666666666666 6666666666666666 6666666666666666 6666666666666666 6666666666666666 6666666666666666




Petunjuk Penting
  • Copy dan Paste ke Notepad 
  • Trus Pencet [Control +H] 
  • Ganti angka 6 jadi _ (underscore) 
  • Replace All ,,,,,,,

Ayo tebak, siapakah penemu sedotan?

Sebelum sedotan buatan ditemukan, orang menggunakan batang pohon gandum untuk menyedot minuman. Anak-anak di Indonesia mungkin menggunakan batang padi. Tahun 1880-an, seorang pemilik pabrik kertas rokok di Amerika Serikat bernama Marvin C Stone membuat sedotan yang pertama. Selembar kertas digulung pada sepotong pensil, kemudian dilem. Sayang belum bisa digunakan karena basah bila terkena air.

Dia kemudian menggunakan kertas manila yang dilapisi lilin sehingga tahan air. Stone memang jeli membidik peluang. Dia meneliti ukuran ideal sebuah sedotan. Menurutnya, sebaiknya panjang sedotan sekitar 21,25 cm menyesuaikan jarak meja dengan bibir. Adapun diameter lubang lebih kecil dari biji lemon. Ini untuk menghindari biji jeruk turut terisap dari minuman.

Temuan sepele ini memperoleh paten pada 3 Januari 1888. Stone banting stir, mengubah pabrik kertas rokok miliknya menjadi pabrik sedotan. Tak lama kemudian dia berhasil menciptakan mesin otomatis, sedotan tak lagi buatan tangan. Dengan produksi massal, dia memperoleh keuntungan besar.

Kini penggunaan sedotan semakin luas. Bentuk dan modelnya beragam, termasuk yang bisa dibengkokkan. Dokter dan laboran menggunakan sedotan kaca untuk mengambil obat agar tak terkontaminasi tangan dan udara kotor.

Tahun 2006 ilmuwan Denmark bernama Torben Vestergaard Frandsen menciptakan apa yang disebut dengan lifestraw (sedotan kesehatan). Bentuknya sama, namun di bagian tengah dibuat mblenduk. Bagian itu berisi saringan, iodium, dan karbon aktif. Meski yang disedot air kotor, setelah melewati penyaring menjadi bersih dan bebas bakteri. Konon aman untuk minum dari air sungai yang kotor.

Sedotan kesehatan dijual 3,5 dolar (sekitar 32 ribu rupiah) perbiji. Mahal juga ya? Namun bisa digunakan berulang-ulang hingga kapasitas 700 liter atau masa pakai enam bulan hingga setahun.

Saat ini sedotan menghadapi isu lingkungan. Masyarakat modern cenderung menghindari perkakas plastik karena merupakan partikel nonreversible (tak bisa diurai) sehingga mencemari lingkungan. Para pengguna juga khawatir, bahan plastik yang bermutu rendah membahayakan kesehatan. Terutama saat digunakan pada air panas, zat-zat beracun larut kemudian terminum. Dampaknya adalah penyakit kanker yang mematikan.

ini ada contoh-contoh sedotan yang bentuknya unik