Kontributor

Senin, 03 Februari 2014

Kepiting dan Harapan Palsu

Pada suatu hari yang cerah di sebuah pantai yang bahkan tidak masuk dalam peta wisata, seekor kepiting betina sedang berjalan miring seperti biasa.

Maklum, dia kepiting.

Tiba-tiba dari kejauhan ia melihat sesuatu yang membuat kedua matanya melotot.

Seekor kepiting jantan.

Tapi ada yang aneh.

Kepiting itu berjalan lurus.

Lurus.

Tidak miring.

Tidak zig-zag.

Tidak seperti sedang mencari sinyal WiFi.

Benar-benar lurus.

Si kepiting betina langsung terpesona.

"Ya ampun... selama hidupku baru kali ini aku lihat kepiting jalan lurus. Ini pasti kepiting alpha. Kepiting pilihan. Kepiting premium."

Dengan jantung berdebar dan insang yang entah kenapa ikut bergetar, ia menghampiri si jantan.

"Mas, kamu beda dari yang lain."

"Yoi."

"Kamu spesial."

"Memang."

"Kawinin aku mas."

"Oke."

Karena mereka kepiting dan tidak suka bertele-tele, mereka pun langsung menikah.

Malam itu pesta berlangsung meriah.

Udang jadi panitia.

Kerang jadi penerima tamu.

Bintang laut jadi fotografer.

Seekor cumi-cumi bahkan menyumbang lagu.

Semua berjalan sempurna.

Namun keesokan harinya terjadi sesuatu yang mengejutkan.

Si kepiting betina melihat suaminya berjalan.

Dan...

Miring.

Miring seperti kepiting pada umumnya.

Miring seperti kendaraan habis nabrak trotoar.

Miring seperti kehidupan setelah tanggal tua.

"Kok lo jalannya miring?" teriak si betina.

"Lah emang kenapa?"

"Kemarin gue lihat lo jalan lurus!"

"Oh itu..."

"Jangan bilang selama ini lo bohong!"

Si jantan menghela napas panjang.

Lalu berkata pelan.

"Sorry babe."

"APA?!"

"Tadi malam aku mabuk."

Si betina terdiam.

Burung camar yang lewat ikut terdiam.

Ombak berhenti sebentar.

Seekor ikan teri menjatuhkan sarapannya.

Dan sejak saat itu si kepiting betina belajar satu pelajaran penting dalam hidup:

Jangan mengambil keputusan besar hanya karena melihat seseorang berjalan lurus selama lima menit.

-TAMAT-



Rabu, 22 Januari 2014

Blog Ini Masih Hidup Ternyata

Wah, ternyata sudah lebih dari setahun blog ini tidak diisi tulisan baru.

Jujur saja, saya sempat lupa kalau masih punya blog.

Kalau blog ini diibaratkan kamar kos, mungkin kondisinya sudah mengenaskan. Sudah ada sarang laba-laba di pojok ruangan, tumpukan debu setebal skripsi mahasiswa semester akhir, dan mungkin pemilik kos sudah beberapa kali mengintip dari jendela karena curiga penghuninya meninggal dunia di dalam kamar.

"Mas Joko masih hidup nggak sih?"

"Masih, Bu."

"Oh syukurlah. Saya kira tinggal kerangkanya doang."

Padahal sebenarnya saya masih hidup, sehat walafiat, masih rutin makan nasi padang, masih bayar BPJS, dan sesekali masih mengeluh soal harga kopi.

Hanya saja, kemampuan menulis di blog ini mendadak menghilang seperti kaus kaki yang masuk mesin cuci.

Ada.

Tapi entah ke mana.

Padahal kalau dipikir-pikir, setahun terakhir cukup banyak hal yang terjadi dalam hidup saya. Ada cerita baru, pengalaman baru, perjalanan baru, dan tentu saja drama-drama kecil khas kehidupan manusia dewasa yang cicilannya lebih rajin datang dibanding inspirasi menulis.

Sayangnya, kesibukan berhasil mengalahkan niat.

Setiap kali muncul ide untuk menulis, biasanya saya sedang bekerja.

Begitu pekerjaan selesai, saya ingin istirahat.

Begitu istirahat selesai, saya lupa ide apa yang tadi mau ditulis.

Begitu ingat lagi, sudah jam dua pagi.

Begitulah siklusnya selama berbulan-bulan.

Akibatnya blog ini terbengkalai.

Saking lamanya tidak diperbarui, saya curiga Google sudah menganggap blog ini sebagai situs bersejarah.

Mungkin algoritma mesin pencari melihatnya lalu berkata,

"Oh ini blog aktif ya?"

"Bukan, Pak. Ini artefak digital."

Namun jangan khawatir.

Saya kembali.

Ya, setidaknya untuk tulisan ini.

Karena ternyata setelah dibersihkan dari debu virtual dan dibuka kembali password yang hampir lupa, blog ini masih bisa digunakan sebagaimana mestinya.

Dan seperti biasa, saya tidak menjanjikan apa-apa.

Sebab pengalaman mengajarkan bahwa kalimat "saya akan rajin menulis mulai sekarang" biasanya hanya bertahan sekitar tiga hari sebelum kembali kalah oleh pekerjaan, rebahan, pertandingan sepak bola, video YouTube, atau alasan-alasan kreatif lainnya.

Tapi yang jelas, selama setahun terakhir cukup banyak cerita yang layak dibagikan.

Ada cerita perjalanan.

Ada cerita pekerjaan.

Ada cerita pertemanan.

Ada cerita kehidupan sebagai mahasiswa lagi di usia yang seharusnya sudah lebih sering membahas asam urat daripada tugas kuliah.

Dan mungkin beberapa di antaranya akan saya tuliskan di sini.

Kalau sempat.

Kalau ingat.

Kalau tidak ketiduran.

Jadi, bagi satu atau dua orang yang mungkin tanpa sengaja masih nyasar ke blog ini, selamat datang kembali.

Mari kita lihat apakah blog ini akan kembali aktif atau justru kembali masuk masa hibernasi sampai tahun depan.

Sampai jumpa di tulisan berikutnya.

Salam olahraga.