Pada suatu hari yang cerah di sebuah pantai yang bahkan tidak masuk dalam peta wisata, seekor kepiting betina sedang berjalan miring seperti biasa.
Maklum, dia kepiting.
Tiba-tiba dari kejauhan ia melihat sesuatu yang membuat kedua matanya melotot.
Seekor kepiting jantan.
Tapi ada yang aneh.
Kepiting itu berjalan lurus.
Lurus.
Tidak miring.
Tidak zig-zag.
Tidak seperti sedang mencari sinyal WiFi.
Benar-benar lurus.
Si kepiting betina langsung terpesona.
"Ya ampun... selama hidupku baru kali ini aku lihat kepiting jalan lurus. Ini pasti kepiting alpha. Kepiting pilihan. Kepiting premium."
Dengan jantung berdebar dan insang yang entah kenapa ikut bergetar, ia menghampiri si jantan.
"Mas, kamu beda dari yang lain."
"Yoi."
"Kamu spesial."
"Memang."
"Kawinin aku mas."
"Oke."
Karena mereka kepiting dan tidak suka bertele-tele, mereka pun langsung menikah.
Malam itu pesta berlangsung meriah.
Udang jadi panitia.
Kerang jadi penerima tamu.
Bintang laut jadi fotografer.
Seekor cumi-cumi bahkan menyumbang lagu.
Semua berjalan sempurna.
Namun keesokan harinya terjadi sesuatu yang mengejutkan.
Si kepiting betina melihat suaminya berjalan.
Dan...
Miring.
Miring seperti kepiting pada umumnya.
Miring seperti kendaraan habis nabrak trotoar.
Miring seperti kehidupan setelah tanggal tua.
"Kok lo jalannya miring?" teriak si betina.
"Lah emang kenapa?"
"Kemarin gue lihat lo jalan lurus!"
"Oh itu..."
"Jangan bilang selama ini lo bohong!"
Si jantan menghela napas panjang.
Lalu berkata pelan.
"Sorry babe."
"APA?!"
"Tadi malam aku mabuk."
Si betina terdiam.
Burung camar yang lewat ikut terdiam.
Ombak berhenti sebentar.
Seekor ikan teri menjatuhkan sarapannya.
Dan sejak saat itu si kepiting betina belajar satu pelajaran penting dalam hidup:
Jangan mengambil keputusan besar hanya karena melihat seseorang berjalan lurus selama lima menit.
-TAMAT-
