Kontributor

Jumat, 05 Mei 2017

Keribo

Keribo

Hanya pada saat mahasiswa seorang Joko Heratmo bisa punya rambut keribo

Apalagi Joko kerja jadi PNS, boro boro mau keribo, brewokan aja digunjing sana sini

Tapi Joko sekarang jadi mahasiswa (lagi)

Artinya sebentar lagi Joko bakal keribo (lagi)

Keribo banyak manfaat, salah satunya ngumpetin kebetan waktu ujian

Keribo, tunggu Joko memiliki mu lagi yaaa



Selasa, 07 Maret 2017

Pengalaman Training Kontrak FIDIC di Jepang (kerjasama Indonesia dengan JICA)


Awalnya saya tidak pernah menyangka dapat diberikan tugas ke luar negeri, terlebih lagi ke Jepang, yang selama ini pemandangannya hanya dapat saya lihat di brosur brosur diskon maskapai penerbangan. Saya sangat bersyukur telah dipercaya oleh pimpinan untuk menjadi salah satu peserta program pelatihan ini. Adalah sebuah kehormatan dan pengalaman berharga bagi saya dapat mengemban tugas untuk mengikuti pelatihan di Tokyo, Jepang mengingat ini kali pertama saya pergi ke luar Indonesia menggunakan paspor biru, dan yang pastinya tidak akan saya lupakan sepanjang karir saya sebagai Pegawai Negeri Sipil.

Saya berada di Negeri Sakura bersama sembilan orang rekan lainnya selama 13 hari, yaitu mulai tanggal 18 Juli 2016 sampai 30 Juli 2016. Kami bertolak ke Jepang menggunakan maskapai ANA (All Nippon Airways). Setelah 8 jam melelahkan di udara kami tiba di bandara Haneda, Tokyo, dan langsung disambut oleh perwakilan dari JICA untuk langsung diantar ke tempat menginap sekaligus tempat pelatihan diselenggarakan. Pelatihan ini bertempat di JICA-Tokyo International Center (TIC), 49-5 Nishihara 2-Chrome Shibuya-Ku, Tokyo-Jepang.

Pelatihan ini sendiri adalah hasil kerjasama kantor tempat saat itu saya berdinas, LKPP dengan JICA (Japan International Cooperation Agency) yang bertajuk Knowledge Co-Creation Program (Country Focus) On Project For Strengthening Of Public Procurement System In Japan 2016. Materi utama yang menjadi subyek pelatihan adalah mengenai pengelolaan kontrak proyek konstruksi berdasarkan pedoman FIDIC. Apa itu FIDIC? FIDIC adalah singkatan dari Federation Internationale Des Ingenieurs-Conseils (International Federation of Consulting Engineers). FIDIC sendiri adalah sebuah organisasi internasional berbasis di Eropa yang merupakan perkumpulan dari asosiasi-asosiasi nasional para konsultan engineering dari seluruh dunia. JICA merupakan salah satu organisasi yang turut serta membantu pembangunan Indonesia melalui program kemitraannya. Dana yang digunakan untuk menjalankan program kemitraan tersebut, mayoritas berasal dari bantuan resmi pemerintah (Official Development Assistance atau ODA) Jepang. Sebagian besar proyek di Indonesia yang sumber dananya berasal dari ODA Jepang tersebut mewajibkan untuk menggunakan kontrak FIDIC dalam proses pelaksanaannya.

Saya sangat beruntung dapat menerima materi dan berdiskusi dengan pengajar yang berkompeten dan ahli dalam bidang kontrak FIDIC khususnya dalam proyek konstruksi. Beliau adalah Professor Shunji Kusayanagi, Ph.D. yang merupakan praktisi dan akademisi di bidang konstruksi dengan pengalaman lebih dari 40 tahun di dunia konstruksi. Memiliki pengalaman sebagai pelaksana proyek konstruksi di berbagai negara, termasuk Indonesia. Bahkan beliau bercerita pernah tinggal cukup lama di Batam para periode 1970-an dimana ia berperan besar dalam proyek pembangunan pelabuhan di Batu Ampar. Saat ini beliau aktif sebagai advisor untuk manajemen proyek konstruksi dan pengajar di Tokyo City University. Walaupun jauh lebih senior dari kami, para peserta pelatihan, beliau dengan rendah hati mau berbagi ilmu bahkan sesekali melakukan diskusi.

Tak hanya proses pelatihan di kelas saja yang kami dapatkan. Pada akhir minggu pertama kami diajak oleh tim JICA untuk mengenal praktik proyek konstruksi di Jepang melalui kunjungan (site visit) ke beberapa lokasi proyek konstruksi di Tokyo, seperti pembangunan terowongan di daerah Tajiri, yang  merupakan bagian dari proyek pembangunan jalan tol lingkar luar Tokyo, dan proyek pembangunan venue lomba dayung (Rowing Race) untuk olimpiade 2020 yang akan dilaksanakan di Tokyo. Di akhir pelatihan, para peserta pelatihan diwajibkan untuk membuat action plan yang berkaitan dengan kontrak FIDIC untuk dipresentasikan di hadapan para perwakilan JICA. Mereka berharap setelah kembali ke Indonesia kami dapat merealisasikan action plan tersebut.

Seperti biasa, setelah semua proses rangkaian kegiatan selesai, kami para peserta pelatihan mendapatkan sertifikat tanda keikutsertaan telah mengikuti pelatihan ini. Perwakilan JICA memanggil nama peserta satu per satu untuk kemudian diserahkan kepada peserta. Namun selembar sertifikat tidak lah cukup untuk mewakili ilmu dan pengalaman yang telah kami terima selama berada di Jepang. Banyak pelajaran yang kami dapatkan, tidak hanya materi saja, tapi juga norma dan sikap disiplin nan sangat tepat waktu masyarakat Jepang yang mungkin juga dapat kami bawa pulang ke Indonesia.