Kontributor

Sabtu, 18 Agustus 2012

Sahabat


Delapan bulan mungkin waktu yang relatif lama untuk mengerjakan sesuatu , bahkan banyak bayi yang lahir setelah hanya dikandung selama delapan bulan. Delapan bulan juga mungkin waktu yang lama untuk menunggu. Bayangkan jika kalian menjalani hubungan jarak jauh dengan kekasih anda selama delapan bulan, pasti anda merasa lelah menunggu. Namun bagi saya delapan bulan adalah waktu yang sangat singkat. Delapan bulan terakhir ini cepat sekali berlalu. Padahal dalam delapan bulan yang saya kerjakan hanya satu hal, skripsi. Ya, skripsi saya tak juga kunjung usai walau sudah delapan bulan berlalu sejak saya resmi terdaftar sebagai mahasiswa tingkat akhir. Dalam delapan bulan itu juga saya menghabiskan waktu untuk bermain dengan sahabat saya yang bernama rifa.

Rifa, mungkin pertama kali mendengarnya pasti kita akan mengira dia adalah seorang wanita. Tidak, sampai tulisan ini ditulis rifa adalah lelaki sejati. Dengan dialah saya menghabiskan sebagian besar waktu di delapan bulan terakhir ini. Tidak seperti saya yang merupakan anak rantau di kota ini, Ia merupakan warga asli jogja yang sudah sejak kecil tinggal disini.






Ia juga sedang mengalami problema yang sama dalam mengerjakan tugas akhir, yaitu kemalasan. Sudah banyak aktivitas yang kita lakukan bersama dari yang tidak penting sampai yang sangat tidak penting. Dari merekam lagu, pergi ke pantai malam hari, ngurusin kandang ayam, dan masih banyak aktivitas tidak penting lainnya. Ia merupakan teman saya yang paling bersedia untuk diminta bantuan dikala susah. Kalo anak gaul bilang ‘sahabat ada bukan pas kamu senang doang, tapi  justru ada pas kamu lagi kesusahan’. Saya sudah sering diantar ke dokter jika penyakit perut saya sedang kambuh. Sudah tak terhitung berapa kali ia harus mengantar saya ke UGD Sardjito.

Dia sangat handal dalam memainkan gitar dan menciptakan lagu. Sudah banyak lagu ia ciptakan untuk wanita yang diidamkannya, khususnya lagu ucapan ulang tahun. Dia juga merupakan sosok yang unik dalam mengungkapkan rasa suka nya terhadap wanita. Dia pernah pergi ke pantai jam 5 pagi untuk mengambil pasir dan menangkap kepiting hanya untuk diberikan kepada wanita pujaannya. Sampai sampai ada salah satu teman saya yang memanggilnya dengan sebutan ‘pujangga’

Sahabat memiliki arti yang teramat penting dalam kehidupan ini. Sahabat akan selalu hadir di tiap kehidupan kita, ia dapat menghibur kita di kala kita sedih, membuat kita tertawa, setia menemani dimasa-masa suka maupun duka, dan selalu sabar dalam menyertai kehidupan kita. Sahabat tidak akan pernah mencelakakan dan memanfaatkan kita, ia tak kenal pamrih dan waktu dalam menolong, ia akan melakukan sesuatu disaat kita membutuhkannya tanpa meminta sesenpun imbalan, balas jasa, bahkan ucapan terima kasih. Sampai saat ini (dan semoga akan selamanya) saya merasa beruntung memiliki sahabat seperti Rifa


Persahabatan ……
Bicaralah pada aku tentang kebenaran persahabatan?
sahabat adalah kebutuhan jiwa, yang mesti terpenuhi.
Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dan kau panen dengan penuh rasa terima kasih.
Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu.
Karena kau menghampirinya saat hati lapar dan mencarinya saat jiwa butuh kedamaian.
Bila dia bicara, mengungkapkan pikirannya, kau tidak takut membisikkan kata “tidak” dikalbumu sendiri, pun tiada kau menyembunyikan kata “ya”.
Dan bilamana ia diam,hatimu tiada henti mencoba merangkum bahasa hatinya.
Di kala berpisah dengan sahabat, janganlah berduka cita, karena yang paling kau kasihi dalam dirinya, mungkin lebih cemerlang dalam ketiadaannya.
bagai sebuah gunung bagi seorang pendaki, nampak lebih agung daripada tanah ngarai dataran.
Dan tiada maksud lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya ruh kejiwaan.
Karena kasih yang menyisakan pamrih, diluar jangkauan misterinya, bukanlah kasih, tetapi sebuah jala yang ditebarkan, hanya menangkap yang tiada diharapkan.
Dan persembahkanlah yang terindah bagi sahabatmu.
Jika dia harus tahu musim surutmu, biarlah dia mengenal pula musim pasangmu.
Gerangan apa sahabat itu hingga kau senantiasa mencarinya,untuk sekedar bersama dalam membunuh waktu?
Carilah ia untuk bersama menghidupkan sang waktu.
Karena dialah yang bisa mengisi kekuranganmu, bukan mengisi kekosonganmu.
Dan dalam manisnya persahabatan, biarlah ada tawa ria berbagi kebahagiaan.
Karena dalam titik-titik kecil embun pagi, hati manusia menemukan fajar jati diri dan gairah segar kehidupan.

-Khalil Gibran-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar