Secara harfiah, Yokohama berarti "di samping pantai". Nama yang terasa sederhana, tetapi cukup menggambarkan karakter kota ini. Sebagai kota pelabuhan terbesar di Jepang dan kota terbesar kedua setelah Tokyo, Yokohama memiliki suasana yang berbeda. Tidak sepadat Tokyo, tetapi tetap hidup dan modern.
Foto ini saya ambil di kawasan Minato Mirai, yang menurut sepupu saya merupakan salah satu pusat keramaian anak-anak muda Yokohama. Sekali melihat sekeliling, saya langsung paham alasannya. Di sini berdiri pusat perbelanjaan, taman hiburan dengan bianglala raksasa yang menjadi ikon kawasan, deretan kafe, hingga berbagai museum yang menghadap ke teluk. Saat sore menjelang malam, lampu-lampu kota mulai menyala dan suasananya terasa sangat berbeda dibanding siang hari.
Yang membuat saya semakin menyukai tempat ini adalah lokasinya yang tidak terlalu jauh dari tempat saya tinggal. Jaraknya sekitar enam kilometer dan bisa ditempuh hanya dengan satu kali perjalanan bus. Sebenarnya ada pilihan naik kereta bawah tanah yang mungkin lebih cepat dan praktis. Namun entah kenapa saya selalu lebih menyukai perjalanan di atas permukaan. Duduk di dekat jendela bus sambil melihat jalanan, bangunan, dan aktivitas warga terasa jauh lebih menyenangkan daripada berada di dalam terowongan tanpa pemandangan.
Untuk sementara waktu ke depan, kota ini akan menjadi bagian dari keseharian saya. Mungkin beberapa bulan lagi, perjalanan dengan bus menuju Minato Mirai tidak lagi terasa istimewa. Namun hari ini, sebagai orang yang baru datang, semuanya masih terasa baru, menarik, dan layak dicatat dalam buku harian.
Mari kita lihat cerita apa saja yang akan diberikan Yokohama berikutnya.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar