Musim panas di Jepang ternyata tidak kalah serius dibandingkan musim panas di negara tropis. Hari itu suhu terasa sangat menyengat. Menurut aplikasi cuaca, real feel mencapai sekitar 42 derajat Celsius. Cuaca yang biasanya cukup untuk membuat saya berpikir dua kali sebelum keluar rumah.
Tapi justru di hari sepanas itu, kami memutuskan untuk ber
petualang ke Nokogiriyama, sebuah kawasan pegunungan di Prefektur Chiba yang terkenal dengan pemandangan teluknya serta situs bersejarah yang sudah berusia ratusan tahun. Perjalanan dimulai dari Kurihama Port di Kanagawa. Alih-alih naik kereta seperti biasanya, kali ini kami memilih cara yang sedikit berbeda: menyeberang menggunakan kapal feri melintasi Selat Uraga menuju Chiba.
Ada sesuatu yang menyenangkan tentang bepergian dengan kapal. Mungkin karena ritmenya lebih lambat. Tidak seperti kereta yang berlari cepat dan membuat pemandangan hanya menjadi latar belakang, di atas kapal kita punya waktu untuk benar-benar menikmati perjalanan. Selama kurang lebih 40 menit, kami ditemani angin laut, suara mesin kapal, dan pemandangan Teluk Tokyo yang membentang luas di kejauhan.
Begitu tiba di Kanaya Port, petualangan sesungguhnya dimulai.
Untuk mencapai area utama Nokogiriyama, kami naik ropeway yang perlahan membawa kami semakin tinggi. Dari atas gondola, pemandangan laut dan pegunungan mulai terbuka sedikit demi sedikit. Saat itu saya mulai memahami mengapa tempat ini menjadi salah satu destinasi favorit bagi para pencinta alam dan fotografi.
Namun daya tarik utama Nokogiriyama bukan hanya pemandangannya.Di kawasan ini terdapat Nihon-ji, kompleks kuil bersejarah yang menjadi rumah bagi Daibutsu terbesar di Jepang. Berdiri setinggi lebih dari 31 meter, patung Buddha raksasa itu terlihat begitu tenang dan megah di tengah tebing batu yang mengelilinginya. Sulit untuk tidak berhenti beberapa saat dan sekadar mengagumi bagaimana karya sebesar itu bisa dibuat berabad-abad lalu.
Karena hanya membeli tiket ropeway satu arah, kami memutuskan turun dengan berjalan kaki agar bisa menjelajahi lebih banyak sudut gunung. Keputusan yang terdengar cerdas di awal, tetapi terasa semakin menantang setiap kali matahari bersinar lebih terik dan tangga berikutnya muncul di depan mata. Meski begitu, justru bagian itulah yang paling berkesan.
Keringat yang tidak berhenti mengalir, botol minum yang cepat kosong, dan sesekali berhenti mencari tempat teduh menjadi bagian dari cerita perjalanan hari itu. Untungnya setiap rasa lelah selalu terbayar dengan pemandangan yang indah dan sudut-sudut menarik yang kami temukan sepanjang jalan.
Saat kembali pulang, badan terasa lelah tetapi pikiran terasa segar.
Kadang perjalanan terbaik bukanlah perjalanan yang paling nyaman, melainkan perjalanan yang membuat kita pulang dengan cerita.
Dan Nokogiriyama memberi kami cukup banyak cerita untuk satu hari musim panas yang sangat panas.
Selamat menikmati musim panas, dan jangan lupa minum air yang cukup.
Heatstroke is real. Trust me
.jpg)
.jpg)
.jpg)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar