Kontributor

Minggu, 08 Maret 2020

Gol Pertama di Lapangan TNI AU Pancoran

“Nih coy, bolanya buat lo. Ntar kasih umpan ala Pirlo ya.”

Bek kiri bertubuh gempal yang kekuatan utamanya overlap tapi kelemahan fatalnya lupa cara mundur itu mengoper bola pendek ke rekannya. Seorang gelandang pekerja keras yang lebih cocok disebut pengangkut galon daripada deep lying playmaker. Permainannya keras, hobinya adu badan, dan kalau sliding tackle kadang lebih mirip orang lagi nyari sandal hilang.

Mereka berdua pernah satu tim sejak zaman SMA. Jadi chemistry-nya memang sudah terbentuk bertahun-tahun, meskipun kualitasnya belum tentu.

“Udah lo naik aja sono. Gak usah banyak bacot,” jawab si gelandang sambil menggiring bola memasuki area pertahanan lawan dengan kepercayaan diri yang jauh lebih tinggi daripada kemampuan dribbling-nya.

Ajaibnya, kali ini sepak bola membuktikan bahwa teori tidak selalu berlaku.

Sang gelandang melepaskan umpan terobosan yang entah sengaja atau beruntung berhasil melewati beberapa pemain lawan. Bola mengarah ke sisi kanan, tepat ke jalur lari si bek kiri yang entah bagaimana sudah berada di depan. Mungkin karena memang dari awal dia lupa kalau tugas utamanya bertahan.

Tanpa pikir panjang, tanpa kontrol yang elegan, tanpa teknik ala pemain Eropa, ia langsung melepaskan tendangan keras.

Keras sekali.

Begitu keras sampai dirinya sendiri mungkin tidak tahu ke mana arah bola tersebut.

Untungnya, bola mengarah ke gawang.

Lebih untung lagi, masuk.

Gol.

Walaupun secara estetika gol tersebut masih sangat jauh dari nominasi Puskas Award dan lebih dekat ke kategori “yang penting masuk”, kedua pelaku utama tetap berlari ke pinggir lapangan.

Mereka melakukan selebrasi di depan kamera layaknya baru membawa tim menjuarai Liga Champions.

Padahal pertandingan cuma fun game 

Tapi begitulah sepak bola amatir.

Kadang yang dirayakan bukan kualitas golnya.

Melainkan fakta bahwa setelah bertahun-tahun main bareng, akhirnya umpan dan lari overlap mereka berhasil ketemu di momen yang tepat.

Gambar hanya pemanis. Cerita diangkat dari kisah nyata dengan sedikit dramatisasi dan kebohongan-kebohongan kecil demi kepentingan literasi sepak bola.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar